Acara Sosialisasi Jurusan Teknik Grafika & Penerbitan di Politeknik Negeri Jakarta pada hari Kamis, 11 Agustus 2011 kemarin dibuka dengan sesi pemberian materi tentang kemahasiswaan oleh Kak Dian Rusdianto.

Kak Rusdi sendiri adalah mantan wakil BEM Politeknik Negeri Jakarta tahun 2010 lalu. Dan berikut ini adalah ulasan singkat mengenai materi menarik yang dibawakan Kak Rusdi.

Mahasiswa adalah salah satu komponen unik yang terdapat di lingkungan masyarakat. Seorang mahasiswa biasa dikenal dengan intelektualitasnya atau idealismenya yang tinggi. Namun tetap saja, tak jarang pula masyarakat yang masih memberi cap jelek kepada para mahasiswa. Banyak orang yang masih menilai mahasiswa sebagai pembuat rusuh, biang onar, atau bahkan tak lebih dari seorang pemalas yang kerjanya hanya luntang-lantung saja.

Nah, berikut ini adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan para mahasiswa untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut:

  1. 1.      Aspek Akademik

Kembali lagi kepada tujuan awal: “Mengapa saya melanjutkan studi ke perguruan tinggi?”

Jawabannya bermacam-macam, karena ingin mendapat kehidupan yang layak di masa depan, untuk mengejar cita-cita, karena disuruh orang tua, dan sebagainya.

Apapun alasannya, seorang mahasiswa mestinya bisa mengatur waktunya sedemikian rupa sehingga studi akademiknya tidak tertinggal. Tentunya akan lebih bagus lagi jika ia berprestasi dalam bidang akademik yang ditekuninya.

 

  1. 2.      Aspek Organisasi

Ini juga merupakan salah satu aspek yang vital dalam kehidupan mahasiswa. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh mahasiswa melalui kegitan organisasi yang diikutinya, mulai dari keahlian dalam berkerjasama tim, memperbanyak relasi dan kawan, hingga problem solving dari konflik-konflik yang terjadi. Dan tentu saja hal-hal tersebut hanya bisa didapatkan mahasiswa lewat berorganisasi.

 

  1. 3.      Aspek Sosial & Politik

Sejarah mencatat bahwa pemuda dikenal dengan semangat dan idealismenya untuk turut andil dalam kegitan politik serta pemerintahan. Begitu pula dengan pemudaIndonesia. Ingat peristiwa Rengasdengklok yang terjadi sehari sebelum proklamasi kemerdekaan RI? Ingat keadaan pada tahun 1965-1966 dimana masa kejayaan PKI hampir runtuh karena Tritura? Atau tanggal 21 Mei 1998 yang menandai jatuhnya rezim Orde Baru dan turunnya Presiden Soeharto?

Yang memprakarsai ide-ide perubahan tersebut tentu saja para pemuda dan pemudiIndonesia! Mahasiswa! Lihat betapa hebatnya semangat mereka dalam menciptakan perubahan yang lebih baik dalam bidang sosial serta politik di RepublikIndonesiaini.

 

Lalu, apa peran mahasiswa bagi masyarakatIndonesiasecara langsung? Simaklah tulisan berikut ini.

  1. Sebagai agent of change

Masih ingat pelajaran Sosiologi kelas XII SMA dulu? Agent of change—agen perubahan adalah seseorang yang menunjukkan idealismenya lewat tidakan secara langsung untuk menciptakan perubahan yang bersifat progresif. Dan sejarah telah membuktikan bahwa hampir setiap mahasiswa adalah seorang agen perubahan bagi masyarakat disekitarnya lewat semangat dan idealisme mereka!

 

  1. Sebagai iron stock

Istilah diatas kurang lebih berarti “penerus generasi bangsa yang dapat diandalkan”. Tentu kita tidak mau bangsa kita dipimpin oleh orang-orang secara asal saja—koruptor, para ‘wakil’ rakyat yang hidupnya jauh lebih berkecukupan dari rakyatnya, dan sebagainya.

Mahasiswa biasa diidentikkan dengan pembela rakyat kecil serta kaum marjinal terpinggirkan yang hampir luput dari pandangan pemerintah di atasnya. Di masa depan, para mahasiswa ini tentunya diharapkan dapat mengisi pemerintahan dan membuat kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan lebih pro rakyat.

 

  1. Sebagai panutan moral

Mahasiswa seharusnya dapat menjadi teladan dan panutan yang baik bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, hubungan antara mahasiswa dan masyarakat umum dapat terjalin lebih erat karena kepercayaan satu sama lain. Oleh karena itu, mulailah untuk menjadi  contoh seorang mahasiswa yang baik bagi masyarakat di sekitarmu. Dan jangan berhenti sampai di ditu saja, tingkatkanlah terus suri tauladan baikmu itu.

 

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk Negara

Masa yang akan datang, kewajibanmulah

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

 

Hidup mahasiswa!

 

Lalu dilanjutkan oleh masuknya HMGP atau Himpunan Mahasiswa Teknik Grafika & Penerbitan, kami menyanyikan lagu “Totalitas Perjuangan” dengan pimpinan ketua HMGP, kak Ali Ghuraisah dengan penuh semangat, banyak masukan dari HMGP serta menjelaskan proker mereka untuk mahasiswa TGP.

 

Setelah itu Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) masuk, MPM yang adalah wakil mahasiswa yang dipilih langsung oleh mahasiswa melalui pemilihan raya.

Fungsi MPM terbagi 2, yauitu legislative dan yudikatif, yauitu membuat suatu kebijakan serta mengawasi jalannya kebijakan tersebut. MPM PNJ masa bakti 2011-2012 beranggotakan 16 mahasiswa aktif melalui 9 orang MPM pusat, 6 orang MPM distrik dan 1 orang MPM perwakilan program khusus.

 

Setelah itu para anggota BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) masuk menjelaskan bagaimana prokernya dan menjelaskan kinerjanya, BEM PNJ ini diketuai oleh kak Dadan Gandara Sofyan.

 

Disaat kami sedang bercengkrama dengan PJK kami, tiba-tiba para panitia SOSJUR 2011 masuk dan memberikan sanksi tegas karena kami masih banyak salah akan nametag dan kehadiran. Kami sadarakan itu dan janji tak akan mengulanginya lagi besok.

 

Dilanjutkan dengan masuknya Bapak Sonny, selaku alumnus Politeknik Universitas Indonesia lulusan Teknik Grafika, memberi banyak masukan dan gambaran tentang TGP, ruang lingkupnya serta dimanakah nanti Industri yang mencakup jurusan TGP. Yang ternyata dunia grafika itu tidaksempit namun sangatlah luas dikarenakan semua Industri pasti memerlukan grafika.

 

Waktu isho, kami kembali solat zuhur berjamaah dilanjutkan dengan BIMROH tentang ramadhan dan kami boleh bertanya seputar TGP kepada mentoring.

Selesai BIMROH, kami masuk kelas dan mendengarkan promosi dari Comic Club, TGP. Sangat menarik dan fantastis dilajutkan dengan promosi SIDIK, yaitu acara tahunan untuk maba PNJ yang dilaksanakan oleh BEM PNJ. Acara yang sangatlah bermanfaat bagi kami, dan kami akan mengikutinya nanti.

 

Acara ditutup oleh training motivation oleh kak Wahyu S., seperti kata beliau “Yes, WE CAN!”  tujuannya adalah agar kita tidak mengatakan “TIDAK BISA” sebelum kita berusaha, banyak renungan dan motivasi buat kami, yang membuat kami sadar akan status kami yang kini menyandang nama MAHASISWA.

 

HIDUP MAHASISWA! HIDUP TGP!